MEDUTAINMENT (artikel u/ SINDO, terbit Oktober 2007

MENGASAH KEPRIBADIAN ANAK MELALUI KEGIATAN MAKAN

Makan merupakan salah satu
kebutuhan penting bagi setiap manusia. Tidak terkecuali bagi anak-anak kita
yang akan tumbuh dan berkembang menjadi dewasa. Kegiatan makan yang dilakukan
dengan cara yang menyenangkan akan berpengaruh pada kualitas kepribadian anak
termasuk aspek kecerdasan, kepribadian , emosional ataupun sosial. Kegiatan
makan yang dapat berpengaruh pada kualitas pribadi mereka mulai berlangsung
ketika seorang anak mulai mengkonsumsi makanan padat pertama mereka kira-kira
usia 6 sampai 9 bulan sampai mereka berada pada masa sekolah. Untuk mengulasnya
lebih mendalam anda perlu menyimak beberapa hal yang berhubungan dengan kegiatan
makan dan perkembangan anak. 
Persiapan makan

- Menjaga kebersihan bahan makanan dan alat-alat masak
yang akan digunakan. Kualitas makanan yang baik sangat erat hubungannya dengan
kebersihan. Selain itu cara pengolahan makanan yang tepat dan syarat akan gizi
perlu dipertimbangan dengan baik sehingga asupan gizi yang diterima anak akan
optimal.

- Meluangkan waktu khusus untuk menyiapkan makananan.
Sehingga tidak terburu-buru karena ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan
oleh ibu.

- Menyiapkan perangkat makan anak yang menarik, karena
hal ini akan menggugah selera makan anak. Misalnya untuk sarapan pagi, ibu
menyiapkan perangkat makan berwarna merah, makan siang dengan perangkat makan
berwatna kuning dan makan malam menggunakan perangkat makan hijau

- Pastikan anak dalam keadaan nyaman ketika akan memulai
aktivitas makan. Hal ini dapat dilihat melalui ekpresi wajah dan gerak tubuh
anak. Jika ia merasa tidak nyaman sebaiknya tunggu beberapa saat misalnya
dengang mengajaknya bermain.

- mengajarkan anak berdoa sebelum memulai makan walaupun
anak tampak belum memahami

- Siapkan kursi makan khusus untuk anak anda. Jika belum
mampu untuk duduk sendiri, maka siapkan kursi makan yang rendah. Namun jika
sudah dapat duduk tanpa dibantu, maka kursi makan tinggi sudah dapat digunakan
untuk anak anda.

 

Tingkah laku yang
dibentuk melalui kegiatan makan

 Disiplin.

Kegiatan makan dapat melatih anak untuk belajar disiplin
karena dengan makan anak dituntut untuk bisa beradaptasi dengna pola rutinitas
yang teratur misalnya sarapan pagi pukul 7 pagi, makan siang pukul 12 dan makan
malam pukul 6. Selain paham akan pola makan sehari-hari, makan juga dapat
mendisiplinkan anak karena anak dilatih untuk bisa duduk selama kegiatan makan.

 Melatih Mandiri.

Kegiatan makan juga melatih anak
untuk belajar mandiri. Caranya dengan memberikan kesempatan anak untuk belajar
makan sendiri. Di usia sekitar 8 bulan, anak sudah dapat mengkoordinasikan jari
jemarinya untuk memegang suatu benda. Untuk itu berikan kesempatannya padanya
untuk memegang alat makan seperti sendok plastic atau memegang makan kecil (food finger). JIka usianya lebih
matang, ajarkan anak untuk memegang sendok dan garpu dengan tepat. Berikan alas
plastik pada meja makannya sehingga anda tidak perlu repot untuk mengumpulkan
sisa makanan yang jatuh atau tumpah karena  takut mengotori rumah.

 

Melatih Anak untuk bersyukur.

Kegiatan makan yang diawali
dengan berdoa akan sangat bermanfaat bagi perkembangan mental dan emosional
anak. Anak dilatih untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan YME atas
pemberiannya berupa makanan

 Merangsang Kecerdasan.

Kegiatan makan juga dapat melatih
kemampuan anak dalam bidang intelektual. Ibu perlu lebih aktif dalam
mengenalkan makanan pada anak, misalnya membuat variasi menu yang beragam
sehingga anak dapat membedakan rasa. Peralatan makan yang berwarna-warni juga
dapat merangsang kemampuan visual anak dan kemampuan memahami warna.

 

Melatih Kebersamaan.

Upayakan agar anda membuat acara
makan menjadi suatu kesempatan yang dapat mengumpulkan semua anggota keluarga
anda. Sebab anak anda akan belajar mengenai kebersamaan dan saling berbagi
dengan anggota keluarga lainnya. Misalnya sarapan pagi atau makan malam bersama
anngota keluaga

 

Kehilangan Nafsu
Makan karena Gangguan Psikologis

 Hilangnya nafsu makan pada anak
dapat disebabkan karena adanya gangguan psikologis. Beberapa diantara problem
perilaku yang muncul adalah sikap negatifisme atau melawan, rewel  karena mencari perhatian orangtua, agresif,
tidak bahagia dan lain-lain. Umumnya perilaku ini muncul karena ada perasaan
diabaikan oleh orangtua karena sibuk bekerja atau tidak menyempatkan diri hadir
pada saat kegiatan  makan mereka.

Hubungan antara anggota keluarga
yang tidak harmonis misalnya antara ayah dan ibu, orangtua dengan anak ataupun
antara anak dengan anggota keluarga lainnya juga dapat mempengaruhi
perkembangan psikologis anak. Akibatnya anak merasa tidak nyaman, cemas,
ketakutan, sedih ataupun tidak bahagia sehingga menarik diri uhntuk melakukan
aktivitas rutinnya termasuk kegiatan makan.

Sikap ayah dan ibu yang kurang konsisten
juga dapat menyebkan hilangnya nafsu makan pada anak misalnya pertengkaran
orangtua, memberikan perhatian yang berlebihan, sifat orangtua yang pemarah dan
kurangnya perhatian orangtua.

 Tips Bagi Ibu untuk Menciptakan Kegiatan Makan Yang Menyenangkan

- Pastikan kondisi anda dan anak dalam kondisi nyaman
sehingga interaksi antara kedunya terjalin hangat dan anak pun bisa menerima
asupan makanan dengan optimal.

- Hindari untuk membawa anak anda makan sambil
berjalan-jalan terutama jika anda mengajaknya ke luar rumah. Hal ini perlu
dihindai karena anak anda akan belajar untuk tidak disiplin ketika makan.
Selain itu, memberikan makan di luar rumah dapat menyebabkan masuknya kotoran
seperti debu, pasir dll yang akan menyebabkan gangguan pada pencernaan.

- Siapkan perangkat makan anak yang menarik karena akan
menggugah selera makan anak anda.

- Berikan menu makanan yang variatif dan sajikan makanan
dengan berbagai macam bentuk menarik misalnya bentuk wajah, bintang, bulan atau
kendaraan sehingga anak anda tidak akan bosan melakukan kegiatan makan.

- Siapkan kursi khusus bagi anak anda sehingga anda tidak
perlu repot untuk menggendongnya setiap kali makan. Pengecualian dapat anda
lakukan ketika anak anda sedang sakit, perlakukan ia lebih khusus sehingga
kegiatan makannya tetap berjalan dengan baik.

- Siapkan mainan atau kegiatan yang disukai anak anda misalnya
mengisi botol plastic dengan kerikil sehingga dapat mengeluarkan bunyi-bunyian,
bermain boneka tangan, mendengarkan lagu-lagu anak dan lain-lain

- Jika anda adalah orangtua yang sibuk bekerja maka
sempatkan diri untuk memberikan perhatian padanya melalui telepon ketika jam
makan.. Untuk anak yang lebih dewasa, anda bisa membuatkan catatan kecil yang
anda selipkan pada bekal sekolahnya misalnya ‘selamat makan sayang, tetap
semangat belajarnya’. Sikap ini akan membuat anak merasa tetap diperhatikan
walaupun kedua orangtuanya sibuk bekerja.

- Hindari memaksa anak untuk menghabiskan makanannya
sebab hal ini akan menimbulkan trauma dan akan berpengaruh pada perkembangan
pribadi anak. Anda harus menyadari bahwa kapasitas lambung anak lebih kecil
dari orang dewasa sehingga volume makanan yang diterimanya juga jauh lebih
kecil.

 

 

 

Leave a Reply