Teman Khayalan Anak (tulisan u/ SINDO, terbit 20/11/07

MENYIKAPI KEHADIRAN “TEMAN KHAYALAN” PADA ANAK

 Munculnya teman khayalan pada
anak merupakan suatu hal yang umum terjadi terutama pada anak tunggal atau anak
pertama dalam suatu keluarga. Mungkin, anak anda juga memiliki teman khayalan
yang ia ciptakan sendiri.  Pada
kebanyakan kasus yang terjadi, teman khayalan anak muncul ketika mereka berusia
2,5 tahun sampai 4 tahun. Bentuk imajinatif dari teman khayalan anak dapat
berupa ‘orang’ khayalan atau ‘binatang’ khayalan tergantung dari masing-masing
anak. Kehadiran teman khayalan pada anak tidak selalu menunjukkan bahwa anak  sedang merasa kesepian, tetapi menunjukkan
pribadi anak yang imajinatif sehingga ia mampu untuk membuat teman bermain yang
tidak terlihat kasat mata.

 

Biasanya teman khayalan anak
dapat muncul pada waktu-waktu tertentu, misalnya hanya setiap hari libur atau
bahkan bisa menjadi teman yang akan muncul setiap saat menemani anak-anak anda.
Sebagai orangtua, anda tidak perlu merasa kuatir atau takut akan kehadiran
teman khayalan anak anda. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar terjadi pada
tahapan perkembangan mereka. Umumnya, teman khayalan anak akan menghilang
dengan sendirinya ketika anak sudah semakin matang dan berkembang, rata-rata
diusia 6 tahun. Di usia ini pula, teman khayalan umumnya akan tergantikan
dengan tugas-tugas sekolah yang lebih berat sehingga anak tidak lagi memikirkan
kehadiran teman khayalannya.

Manfaat kehadiran “teman khayalan” Untuk memahami fungsi kehadiran
teman khayalan anak, anda harus menyimak beberapa keuntungan yang dapat anda
peroleh dari kehadiran teman khayalan pada anak :

  • Teman
         khayalan dapat merangsang anak anda menjadi lebih kreatif dan imajinatif,
         terutama ketika anak anda sedang dalam taraf proses bermain pura-pura
         misalnya dokter-dokteran atau bermain masak-masakan. Hal ini juga akan
         mengurangi perasaan kesepian terutama bagi anak-anak yang tidak memiliki
         teman bermain dirumah.
  • Teman
         khayalan dapat menjadi tempat bagi anak anda untuk mencurahkan perasaanya
         atau menceritakan sesuatu yang ingin dirahasiakan terutama ketika tidak
         ada orang lain yang dapat ia percaya. Anda harus menyadari bahwa setiap
         anak memiliki rahasia yang tidak ingin ia bagi pada orangtuanya.
  • Teman
         khayalan dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang normative,
         artinya anak anda belajar menyadari apa yang boleh dan tidak boleh
         dilakukan dalam lingkungan tertentu. Misalnya ia akan mengingatkan teman
         khayalannya untuk tidak berbicara ketika sedang makan karena hal ini tidak
         baik dilakukan saat makan, atau mengingatkan teman khayalannya untuk
         berdoa sebelum makan.
  • Teman
         khayalan dapat memberikan nilai postif bagi perkembangan emosi anak.
         Simaklah apa yang anak anda ceritakan tentang teman khayalannya, sehingga
         anda dapat menemukan petunjukan tentang perasaan anak yang sebenarnya
         misalnya perasaan takut ketika sendiri.
  • Kehadiran
         teman khalayal, membuat anak anda akan belajar untuk mengontrol dan
         memimpin ‘orang lain’, terutama jika selama ini anak merasa lebih banyak
         dikontrol oleh lingkungannya.

Bagaimana menyikapi
teman khayalan anak?

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, anda sebagai
orangtua sebaiknya bersikap sewajarnya. Orangtua tidak perlu merasa kuatir atau
takut dengan kehadiran teman khayalan anak. Dari berbagai penelitian
menunjukkan adanya korelasi atau hubungan yang positif antara kepribadian dan
keberadaan teman khayalan anak. Mereka yang memiliki teman khayalan di masa
kecilnya, menunjukkan pribadi yang lebih kreatif, bahagia, mandiri dan
kooperatif dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memiliki teman khayalan
masa kecil.

Sebagai orangtua, anda juga diharapkan tetap membuat batasan tertentu sehingga anak anda tidak
terlalu berlebihan dalam memperlakukan teman khayalannya. Beberapa aturan yang
harus anda perhatikan adalah sebagai berikut :

  • Jangan
         biarkan anak membuat teman khayalannya sebagai satu-satunya teman atau
         sahabat yang ia miliki. Pastikan anak anda dapat bersosialisasi dengan
         teman sebayanya. Apabila anda mencurigai bahwa anak anda tidak memiliki
         teman atau bahkan tidak tertarik untuk berinteraksi dengan orang lain,
         segera berkonsultasi dengan ahli perkembangan untuk mengetahui ada
         tidaknya hambatan perkembangan pada diri anak.
  • Ajarkan
         anak untuk tidak menyalahkan teman khayalannya atau bertanggung jawab atas
         suatu kejadian yang buruk, misalnya menyalahkan teman khayalannya atas
         peristiwa tabrakan yang terjadi di jalan raya. Namun, jika ia menyalahkan
         teman khayalannya karena tidak mencuci tangan sebelum makan anda tidak
         perlu berdebat dengannya karena hal ini menunjukkan sikap positif anak
         terhadap lingkungan. 
  • Hindari
         untuk menggunakan teman khayalannya untuk memanipulasi anak untuk mencapai
         tujuan yang anda inginkan. Misalnya dengan mengatakan, ‘Cha-cha (nama
         teman khayalan anak) sudah selesai mengerjakan tugas menggambarnya, kenapa
         Ade tidak menyelesaikan tugas Ade seperti Cha-cha?”
  • Biarkan
         anak anda yang memutuskan, kapan ia membutuhkan anda bersama-sama dengan
         teman khayalannya dan kapan saat ia membutuhkan privasi untuk berdua
         dengan teman khayalannya. Umumnya, anak  akan meminta anda menemaninya ketika ia
         menginginkan anda bermain bersama dengan teman khayalannya, anda dapat
         meresponnya dengan kata-kata “jadi, mama boleh ya main dengan Cha-cha?”

Sebagai orangtua, anda juga harus memperlakukan teman
khayalan anak anda dengan baik. Artinya anda harus mengingat namanya, berpura-pura
menyapanya dan meminta ijin apabila anda ingin duduk di samping teman
khayalannya. Hal ini akan membuat anak anda merasa dirinya di hargai dan
dihormati sekalipun teman tersebut hanya sesuatu hal yang imaginative

Leave a Reply